
Keterangan Gambar : Ketum PB WI Airlangga Hartarto menyerahkan cenderamata kepada 4 instruktur wasit dan juri dari IWUF dalam Penataran Wasit/Juri Wushu Indonesia di Jakarta, Rabu (17/6).(FOTO Dok. PBWI)
BIZNEWS.ID, JAKARTA - Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) periode 2026-2030 di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto langsung menunjukkan langkah agresif dalam pembinaan sumber daya manusia. Belum genap sepekan setelah dilantik dan dikukuhkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, PB WI menggelar Penataran Wasit dan Juri Wushu Indonesia yang berlangsung pada 17-21 Juni 2026 di Hotel Aloft, Kebun Jeruk, Jakarta Barat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program awal kepengurusan baru PB WI untuk memperkuat kualitas perangkat pertandingan nasional sekaligus menyiapkan lebih banyak wasit dan juri Indonesia berstandar internasional.
Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto hadir langsung membuka penataran yang diikuti 106 peserta dari 17 Pengurus Provinsi Wushu Indonesia. Menariknya, pelatihan tersebut menghadirkan empat instruktur elite asal China yang ditunjuk langsung oleh International Wushu Federation (IWUF), yakni Liu Zhigang, Gao Chunian, Chen Guo An, dan Liang Ya Dong.
Airlangga menilai kehadiran para instruktur tersebut merupakan bentuk kepercayaan dan perhatian besar federasi dunia terhadap perkembangan wushu Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan kemajuan, baik dari sisi prestasi atlet maupun kualitas perangkat pertandingan.
“Perhatian dari IWUF ini merupakan suatu kehormatan bagi wushu Indonesia. Ini adalah perhatian besar terhadap perkembangan wushu nasional. Karena itu IWUF memberikan dukungan khusus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perwasitan dan penjurian sesuai standar internasional,” kata Airlangga.
Menurut dia, peningkatan kualitas wasit dan juri menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya persaingan di berbagai level kompetisi. Karena itu, PB WI ingin memastikan seluruh perangkat pertandingan memiliki pemahaman yang seragam terhadap regulasi serta mampu menjalankan tugas secara profesional dan objektif.
“Penataran ini memiliki arti penting untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, dan objektivitas wasit dan juri. Kompetisi wushu saat ini semakin kompetitif sehingga dibutuhkan perangkat pertandingan yang benar-benar memahami aturan dan memiliki kualitas internasional,” ujarnya.
Selain fokus pada peningkatan kualitas nasional, PB WI juga mendapat kabar menggembirakan dari level Asia. Airlangga mengungkapkan empat wasit dan juri Indonesia mendapat penunjukan langsung dari Wushu Federation of Asia (WFA) untuk bertugas sebagai International Technical Officer pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, yang berlangsung 19 September hingga 4 Oktober mendatang.
Keempat nama tersebut adalah Iwan Kwok yang dipercaya sebagai Wakil Dewan Juri, Novita sebagai Wakil Ketua Juri Sanda, Vania Rosalin Irmanto untuk nomor Taolu, serta Wardrod Wilson Sibarani pada nomor Sanda.
Sebagai tindak lanjut atas penunjukan tersebut, PB WI akan mengirimkan keempatnya mengikuti judges training di China mulai 4 Juli 2026.
“Penunjukan ini merupakan pengakuan internasional terhadap kemampuan wasit dan juri Indonesia. Ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan agar semakin banyak SDM Indonesia mendapat kepercayaan di level dunia,” ujar Airlangga.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PB WI Iwan Kwok menegaskan penugasan empat wasit Indonesia di Asian Games 2026 merupakan penunjukan langsung dari WFA, bukan usulan atau pengiriman dari Indonesia.
“Penugasan ini bukan pengiriman dari Indonesia, melainkan penunjukan khusus dari WFA. Tentu kami bersyukur karena empat wasit dan juri Indonesia dipercaya bertugas di Asian Games Nagoya 2026,” kata Iwan.
Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah perwakilan wasit terbanyak dibanding sekitar 20 negara yang terlibat dalam penyediaan perangkat pertandingan cabang olahraga wushu pada Asian Games mendatang.
Iwan menilai kepercayaan tersebut merupakan bukti bahwa kualitas wasit dan juri Indonesia telah mendapat pengakuan luas di tingkat Asia. Karena itu, PB WI berkomitmen menjaga standar tersebut melalui program penataran berkelanjutan.
Dalam penataran kali ini, sebanyak 66 peserta mengikuti kategori Taolu dan 40 peserta kategori Sanda. Seluruh peserta mendapatkan materi yang mengacu pada standar internasional sehingga kualitas pelatihan nasional tidak berbeda dengan yang diterapkan di berbagai ajang dunia.
“Untuk level nasional, kualitas penataran ini setara dengan level internasional. Penatar internasional pada dasarnya juga memiliki standar yang sama dengan penatar nasional yang kami hadirkan. Karena itu wasit dan juri Indonesia selalu dinilai berkualitas saat bertugas di event internasional,” ujar Iwan.
PB WI juga terus mendorong lahirnya wasit dan juri dari kalangan mantan atlet. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kompleksitas teknik dalam olahraga wushu, terutama nomor Taolu yang memiliki ratusan kode dan nama gerakan berbahasa Mandarin.
Salah satu peserta yang mengikuti penataran kali ini adalah mantan atlet nasional Edgar Xavier Marvelo. Peraih lima medali emas Kejuaraan Dunia, satu emas Kejuaraan Asia, satu emas FISU, dan sembilan emas SEA Games itu kini mulai meniti karier baru sebagai wasit dan juri setelah memutuskan pensiun sebagai atlet.
“Ya, saya sudah pensiun sebagai atlet. Karena itu saya ingin meniti karier menjadi wasit dan juri. Saya ingin mengikuti jejak Koh Iwan Kwok yang selama ini mendapat kepercayaan memimpin berbagai pertandingan internasional dari IWUF,” kata Edgar.(Dens)




















LEAVE A REPLY