Home Seni dan Budaya Dalam Sujudku: Drama Pernikahan Jarak Jauh yang Uji Iman dan Kesetiaan

Dalam Sujudku: Drama Pernikahan Jarak Jauh yang Uji Iman dan Kesetiaan

Film Indonesia

0
SHARE
Dalam Sujudku: Drama Pernikahan Jarak Jauh yang Uji Iman dan Kesetiaan

Keterangan Gambar : Konferensi pers film religi Dalam Sujudku di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (10/4). Debut aktor Marcel Darwin dalam film genre religi, cukup sukses. Ia mampu mendalami karakter Farid, dalam film religi Dalam Sujudku, garapan sutradara Rico Michael. Film yang akan mulai tayang 16 April ini cukup menguras emosi penonton.(Foto Dok. DOLOK))

BIZNEWS.ID, JAKARTA - Film Dalam Sujudku garapan sutradara Rico Michael menjadi tonggak baru dalam perjalanan karier Marcel Darwin. Untuk pertama kalinya, ia membintangi film bergenre drama religi dengan memerankan tokoh Farid, seorang suami yang diuji dalam rumah tangga sekaligus perjalanan spiritualnya.

Dalam acara prescreening di Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (10/4), Marcel menyoroti makna menjadi pribadi yang baik. Menurutnya, penilaian tersebut tidak bisa datang dari diri sendiri.

“Kalau dibilang saya orang baik, saya enggak bisa menilai. Yang bisa menilai saya baik itu orang lain. Menurut saya, laki-laki baik atau manusia baik adalah yang bisa berguna dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Marcel.

Film ini diadaptasi dari kisah nyata yang mengangkat tema cinta, kesetiaan, serta rapuhnya komunikasi dalam pernikahan jarak jauh.

Cerita berpusat pada Farid dan istrinya, Aisyah yang diperankan Vinessa Inez, yang harus menjalani hubungan long distance marriage (LDM). Farid merantau ke Jakarta untuk bekerja, sementara Aisyah tetap tinggal di Garut.

Jarak yang memisahkan keduanya perlahan memicu konflik, kesalahpahaman, hingga hadirnya orang ketiga, Rina yang diperankan Naura Hakim. Situasi ini menjadi ujian serius bagi kepercayaan dan kesetiaan dalam pernikahan mereka.

Selama 117 menit atau 1 jam 57 menit, Dalam Sujudku mampu memancang mata awak media dan undangan, untuk terus mengikuti alur film. Kemampuan para pemeran utama dan pendukung cukup memainkan emosi penonton.

Di tengah alur cerita yang sepertinya dibuat lebih singkat, tanpa banyak aksi melo-melo, Dalam Sujudku, cukup sukses mengunci penonton untuk tidak beranjak dari kursi hingga film berakhir.

Musik pengantar di film ini juga menjadi bagian penting dalam memberi sentuhan di setiap scenenya. Ini yang membawa emosi penonton turut hanyut dalam kesedihan, sehingga Studio 2 XXI Epicentrum dalam beberapa adegan, sangat senyap.

Tidak sampai menguras air mata, namun isakan tangis dan helaaan napas panjang, terdengar dari beberapa kursi.

Di sisi lain, penonton cukup bertanya-tanya soal ending film ini, seperti antiklimax. Pemeran utama yang jadi roh dari film ini, berakhir meninggal. Sedangkan tokoh pentagonis, yang bagian dari pemicu keributan keluarga Farid dan meninggalnya si pemeran utama, dihilangkan begitu saja.

Selain Marcel, film ini dibintangi sejumlah nama seperti Dominique Sanda, Dennis Adishwara, Riyuka Bunga, Chika Waode, hingga Momo Moriska.

Marcel mengungkapkan, proses pendalaman karakter dilakukan secara intensif melalui sesi reading selama tiga minggu sebelum syuting dimulai. Hal ini membuat proses produksi berjalan lebih efisien.

“Proses reading kita lumayan panjang, sampai tiga minggu. Jadi pas syuting, semuanya sudah siap. Tinggal masuk set dan take, alhamdulillah lancar,” katanya.

Meski demikian, tantangan tetap hadir di lokasi syuting, mulai dari faktor cuaca hingga gangguan teknis. Ia bahkan sempat kesulitan menjaga emosi dalam adegan dramatis.

“Ada adegan saya lagi sujud sambil nangis, tiba-tiba ada suara ngorok dari pemain lain. Itu susah banget nahan ketawa, apalagi harus langsung balik ke emosi nangis lagi,” ujarnya sambil tertawa.

Dalam proses kreatif, Marcel juga diberi ruang oleh sutradara untuk mengeksplorasi karakter Farid, termasuk dalam pengembangan dialog selama tidak keluar dari alur utama cerita.



Ia menegaskan, karakter Farid tidak sepenuhnya mencerminkan dirinya. Namun, keduanya memiliki kesamaan dalam proses menjaitu enggak pernah berhenti. Hidayah selalu ada buat kita,” tutupnyadi pribadi yang lebih baik.

“Hikmah yang bisa diambil dari film ini adalah kesempatan kedua dari Allah," aku Marcel.


Film Dalam Sujudku diharapkan mampu menghadirkan refleksi bagi penonton tentang perjalanan hidup, kesalahan, serta peluang untuk memperbaiki diri melalui nilai-nilai spiritual.

Film drama religi "Dalam Sujudku" akan mulai tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 10 April 2026.(Dens)