
Keterangan Gambar : Talkshow bertema “Menggagas Kolaborasi Pembinaan Catur Junior Indonesia” yang menjadi bagian dari rangkaian JAPFA Chess Festival 2026 di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, Jumat (4/9)
BIZNEWS.ID, JAKARTA — Penguatan pembinaan pecatur muda menjadi salah satu fokus utama JAPFA Chess Festival 2026. JAPFA bersama PB Percasi mendorong kolaborasi berkelanjutan untuk mencetak pecatur masa depan Indonesia melalui pembinaan yang tidak hanya mengasah kemampuan teknik, tetapi juga memperhatikan aspek fisik, psikologi, dan gizi atlet sejak dini.
Komitmen tersebut mengemuka dalam talkshow bertema “Menggagas Kolaborasi Pembinaan Catur Junior Indonesia” yang menjadi bagian dari rangkaian JAPFA Chess Festival 2026 di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta.
Dewan Pembina PB Percasi, Eka Putra Wirya, memberikan apresiasi terhadap konsistensi JAPFA dalam mendukung perkembangan catur Indonesia. Menurut dia, dukungan tersebut telah berlangsung hampir tiga dekade dan mencakup pembinaan dari level pembibitan hingga jenjang internasional.
“Saya berterima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi buat JAPFA. Karena JAPFA sangat konsisten membangun ekosistem catur di Indonesia,” ujar Eka.
Eka juga menilai forum diskusi tersebut penting karena dapat menjadi ruang edukasi dan pertukaran gagasan mengenai masa depan pembinaan catur nasional. Kehadiran pecatur senior, termasuk WGM Medina Warda Aulia, turut memberikan perspektif bagi para pecatur muda.
Konsistensi JAPFA dalam mendukung catur juga mendapat pengakuan di tingkat Asia. Pada 2025, JAPFA menerima penghargaan “Distinguished Asian Sponsor” dari Asian Chess Federation.
“Kalau kita lihat juga tahun 2025 JAPFA mendapat penghargaan ‘Distinguished Asian Sponsor’ dari Asian Chess Federation. Itu suatu tanda bahwa mereka juga melihat bagaimana sepak terjang JAPFA di dunia catur Indonesia,” kata Eka.
VP-Head of Social Investment PT JAPFA Comfeed Indonesia, R. Artsanti Alif, menegaskan keberlanjutan program pembinaan tidak terlepas dari hubungan yang terjalin dengan PB Percasi.
“28 tahun hubungan kami dengan Percasi kami jaga dengan baik, makin lama semakin akrab. Keberlanjutan itu ada karena komunikasi yang baik,” ujar Artsanti.
Sebagai tindak lanjut program pembinaan, JAPFA bersama PB Percasi akan menggelar pemusatan latihan terpadu bertajuk Chess Camp. Sebanyak 12 pecatur muda terbaik hasil seleksi JAPFA For Kids akan mengikuti program tersebut mulai 7 September hingga 16 Oktober 2026.
Artsanti mengatakan Chess Camp tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan bermain catur. Para peserta juga akan mendapatkan pembinaan fisik, psikologi, serta pendampingan mengenai pola makan dan asupan gizi.
“Akan ada 12 siswa melakukan chess camp dari tanggal 7 September hingga 16 Oktober. Pembinaan fisik, psikologi, dan pola makan yang sesuai karena kalau tidak makan yang baik mereka tidak bisa berpikir dengan benar,” tutur Artsanti.
Di tengah agenda pembinaan tersebut, persaingan di papan catur JAPFA Chess Festival 2026 juga berlangsung ketat. IM Satria Duta Cahaya menjaga peluang menjuarai Duel Match putra setelah membalas kekalahan dari pecatur Vietnam MI Dau Khoung Duy (2509).
Duta, yang memiliki Elo rating 2412, kalah pada babak kelima yang memainkan catur cepat setelah menyerah pada langkah ke-53. Namun, pecatur Indonesia itu bangkit pada babak keenam dan memaksa Khoung menyerah.
“Saya berusaha menang. Karena sempat salah langkah, saya kalah,” ujar Duta.
Hasil tersebut membuat Duta mengoleksi 2,5 VP, sementara Khoung masih unggul dengan 3,5 VP. Duel Match akan berlanjut dengan dua babak catur kilat (blitz) pada Sabtu (5/9).
Pengamat catur Indonesia, Kristianus Liem, menilai peluang Duta untuk membalikkan keadaan masih terbuka.
“Babak kelima seharusnya Duta menang. Sayangnya dia agak lama berpikir dan sempat membuat kesalahan. Tapi peluang Duta untuk memenangkan Duel Match masih ada,” kata Kristianus.
Pada Duel Match putri, GMW Xeniya Balabayeva dari Kazakhstan (2384) unggul 5-1 VP atas MIW Laysa Latifah (2213).
Sementara pada kategori Open, empat pecatur memimpin dengan 6 VP setelah tujuh babak catur standar. Mereka adalah MI Anjas Novita, MI Gilbert Elroy Tarigan, MF Fabian Glen Mariano, dan MI Danny Juswanto.
Pecatur putri MIW Shafira Devi Herfesa yang sempat memimpin hingga babak kelima turun ke posisi ke-13 dengan 5 VP setelah kalah dari Anjas pada babak keenam dan Danny pada babak ketujuh.(Dens)




















LEAVE A REPLY