
Keterangan Gambar : Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, melalui Program Desa Binaan (Desbin) 2026 yang diinisiasi Bidang Sosial dan Lingkungan (Sosling) BEM FT UNDIP.(FOTO Ist)
BIZNEWS.ID, KENDAL - Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan inovasi teknologi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produksi gula semut di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, melalui Program Desa Binaan (Desbin) 2026 yang diinisiasi Bidang Sosial dan Lingkungan (Sosling) BEM FT UNDIP.
Program bertema Dari Nira Lokal Menjadi Nilai Global tersebut berfokus pada penerapan teknologi tepat guna, peningkatan efisiensi produksi, serta penguatan kapasitas pelaku UMKM gula semut. Inisiatif ini dilatarbelakangi proses produksi yang masih dilakukan secara konvensional sehingga standardisasi mutu dan pengembangan pasar belum optimal.
Mahasiswa memperkenalkan sistem produksi terpadu yang menggabungkan mesin Auto-Sieve Multi-Mesh, konsep ergonomic production flow, dan strategi digital branding berbasis kolektif UMKM. Mesin ayakan otomatis itu dirancang menghasilkan butiran gula semut yang lebih seragam sehingga meningkatkan kualitas produk sekaligus mempercepat proses produksi.
Selain penerapan teknologi, tim juga memberikan pelatihan produksi yang higienis, pendampingan pengelolaan usaha, pengembangan identitas dan kemasan produk, hingga penyusunan buku panduan operasional sebagai upaya menjaga keberlanjutan program setelah pendampingan selesai.
Ketua Bidang Sosial dan Lingkungan BEM FT UNDIP, Isra Nur 'Aini, mengatakan program tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan potensi ekonomi desa berbasis inovasi.
"Melalui Desa Binaan 2026, kami berharap kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Inovasi yang dihadirkan diharapkan mampu mendukung pengembangan UMKM gula semut serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Desa Sriwulan," ujarnya di sela-sela kegiatan mahasiswa, belum lama ini.
Kepala Desa Sriwulan, Sulistyo, mengapresiasi program tersebut karena tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga pendampingan bagi masyarakat dalam mengoperasikannya.
"Kami menyambut baik program ini karena tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam penerapannya. Harapannya, pengembangan gula semut di Desa Sriwulan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga," katanya.
Program Desa Binaan 2026 juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8, SDG 9, SDG 12, dan SDG 17 melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM.(Dens)




















LEAVE A REPLY