Home Kampus Tempa Fisik dan Mental, 9 Praja STIPAN Ikuti Diksarlatsuh di Kaki Gunung Salak

Tempa Fisik dan Mental, 9 Praja STIPAN Ikuti Diksarlatsuh di Kaki Gunung Salak

0
SHARE
Tempa Fisik dan Mental, 9 Praja STIPAN Ikuti Diksarlatsuh di Kaki Gunung Salak

Bogor, BIZNEWS.ID - Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN) kembali berkomitmen mencetak kader pamong praja yang tangguh dan berintegritas. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan kegiatan Pendidikan Dasar Pelatihan dan Pengasuhan (Diksarlatsuh) yang berlokasi di kawasan wisata alam Curug Ngumpet, Gunung Salak, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, terhitung sejak tanggal 29 Juni hingga 2 Juli 2026.

Sebanyak 9 praja pilihan STIPAN ikut serta sebagai peserta dalam diklat yang dikenal memiliki standar pembinaan yang tinggi ini. Selama berada di lokasi posko pelatihan yang dikelilingi vegetasi hutan pegunungan yang lebat, kesembilan praja tersebut digembleng tanpa henti. Mereka diwajibkan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan fisik dan mental guna mengikis ego pribadi serta menumbuhkan jiwa korsa yang kuat antarsesama rekan angkatan.

Selain penempaan fisik yang menguras stamina di alam terbuka, para peserta juga mendapatkan asupan wawasan intelektual yang sangat berharga. Ketua STIPAN, Dr. Sumarsono, MDM., turun langsung ke lapangan untuk memberikan materi khusus terkait sistem tata kelola pemerintahan. Kehadiran pucuk pimpinan kampus ini memberikan motivasi besar sekaligus membekali para praja dengan teori kepemimpinan publik yang relevan dengan tantangan zaman.

"Seorang pamong tidak hanya harus kuat secara fisik dalam melayani masyarakat, tetapi juga wajib memiliki ketajaman berpikir dan pemahaman yang matang mengenai birokrasi pemerintahan," tegas Dr. Sumarsono di hadapan para peserta Diksar.

Untuk membentuk kedisiplinan dan sikap tegap selayaknya seorang kader kepemimpinan, para praja dilatih secara militan dalam kegiatan baris-berbaris (PBB). Di bawah cuaca pegunungan yang dingin dan dinamis, setiap gerakan dinilai dengan ketat demi menanamkan rasa tanggung jawab, kepatuhan pada instruksi, serta keselarasan kelompok yang menjadi modal penting dalam dunia kerja birokrasi kelak.

Puncak dari ujian fisik dalam Diksar Latsuh ini ditandai dengan aksi longmarch atau jalan jauh menyusuri jalur pendakian menuju Kawah Ratu. Medan yang terjal, berbatu, serta penuh tantangan tanjakan curam menjadi pembuktian sejauh mana daya tahan tubuh, mental pantang menyerah, dan kepedulian antarsesama praja diuji hingga batas maksimal untuk mencapai titik tertinggi bersama-sama.

Melalui seluruh rangkaian Diksar Latsuh 2026 di Gunung Salak ini, sembilan praja STIPAN diharapkan dapat pulang membawa perubahan karakter yang signifikan. Ketika kembali ke bangku perkuliahan, mereka diproyeksikan menjadi role model yang memiliki kedisiplinan tinggi, ketahanan mental yang kokoh, serta pemahaman kepemerintahan yang visioner demi kemajuan bangsa di masa depan