
Keterangan Gambar : SP PLN-YBM PLN Bantu Warga Flores, 25 Hunian Dibangun untuk Korban Bencana
BIZNEWS.ID, Flores, Nusa Tenggara Timur – Serikat Pekerja PT PLN (Persero) bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menyalurkan bantuan kebutuhan pokok ke lima dusun terdampak bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur. Tak hanya bantuan pangan, keduanya juga berkolaborasi membangun 25 unit hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Bantuan menjangkau Dusun Mbay, Dusun Pota, Dusun Barangkolong Reo, Dusun Golo Sita, dan Dusun Waso. Bantuan yang disalurkan berupa beras, minyak goreng, gula, mi instan, telur dan ikan, air mineral, perlengkapan kebersihan, hingga kebutuhan dasar keluarga.
Bantuan tersebut merupakan amanah dari anggota SP PLN di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, yang terkumpul melalui penggalangan dana internal organisasi. Donasi yang dihimpun dari para pekerja PLN di berbagai unit itu kemudian diwujudkan menjadi beras, air bersih, dan atap bagi warga Flores.
Tidak berhenti pada kebutuhan sehari-hari, SP PLN dan YBM PLN juga berkolaborasi membantu pembangunan 25 hunian bagi masyarakat terdampak sebagai bagian dari upaya membantu warga bangkit dan kembali menjalani kehidupan.
SP PLN: Hadir Bukan Hanya untuk Pekerja
Ketua Umum SP PLN, M. Abrar Ali, hadir langsung di Desa Barangkolong Reo dan menegaskan pentingnya solidaritas serta kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Menurutnya, kehadiran SP PLN di Flores merupakan wujud bahwa organisasi pekerja tidak hanya berbicara mengenai kepentingan anggotanya.
“Ketika masyarakat menghadapi kesulitan, pekerja PLN juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir, bergotong royong, dan membantu meringankan beban mereka,” ujarnya.
Bagi SP PLN, solidaritas tidak cukup disampaikan melalui kata-kata. Solidaritas harus diwujudkan dengan hadir dan bekerja langsung bersama masyarakat.
Kolaborasi untuk Membantu Warga Bangkit
Ketua Bidang Pendayagunaan YBM Pusat PT PLN, Mirza, menyampaikan bahwa kolaborasi YBM PLN dan SP PLN merupakan wujud kepedulian insan PLN kepada masyarakat terdampak bencana. Bantuan dirancang tidak berhenti pada masa tanggap darurat, melainkan berlanjut ke fase pemulihan melalui dukungan pembangunan hunian.
Sementara itu, Danramil Lasiman menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan. Ia menilai sinergi lintas pihak menjadi kunci agar bantuan benar-benar menjangkau warga yang paling membutuhkan.
Ketika Bencana Datang, Solidaritas Harus Lebih Kuat
Dalam proses penyaluran, jajaran SP PLN turun dan berjibaku langsung di lapangan — mengangkut, membagikan, dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat terdampak hingga ke dusun-dusun terjauh.
Kehadiran tersebut membawa satu pesan: kekuatan sebuah serikat pekerja tidak hanya terletak pada jumlah anggotanya, tetapi pada solidaritas, gotong royong, dan kemampuan organisasi menggerakkan kepedulian menjadi tindakan nyata.
“Selama ini SP PLN memperjuangkan pekerja dan keberlangsungan PLN. Namun dalam situasi kemanusiaan, perjuangan itu memiliki makna yang lebih luas: PLN yang kuat harus memberikan manfaat bagi masyarakat, dan pekerja PLN harus hadir sebagai bagian dari rakyat Indonesia,” tutup Abrar. (***)




















LEAVE A REPLY