
Keterangan Gambar : Presiden Direktur PT Arsari Tambang, Aryo Djojohadikusumo (kanan), menerima penghargaan Green Leadership Proper dalam acara Anugrerah Lingkungan Proper di Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta.
BIZNEWS.ID, JAKARTA - PT Mitra Stania Prima (MSP), perusahaan pertambangan dan pengolahan timah yang berada di bawah naungan ARSARI Tambang, meraih penghargaan PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Pada saat yang sama, Direktur Utama ARSARI Tambang Aryo P.S. Djojohadikusumo menerima penghargaan Green Leadership PROPER atas komitmennya dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan.
Penghargaan diserahkan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Raihan PROPER Emas menempatkan MSP sebagai salah satu perusahaan yang dinilai berhasil menerapkan pengelolaan lingkungan melampaui standar kepatuhan atau beyond compliance. Penilaian tersebut mencakup efisiensi energi, pengurangan emisi, inovasi lingkungan, hingga program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Direktur Utama ARSARI Tambang Aryo P.S. Djojohadikusumo mengatakan pencapaian tersebut menjadi bukti penerapan standar lingkungan berkelas dunia yang dijalankan perusahaan.
"Kami benar-benar menerapkan standar dunia karena 100 persen produk MSP diekspor ke pasar internasional. Pelanggan kami menuntut standar lingkungan yang sangat tinggi," ujar Aryo.
Ia menambahkan, penghargaan PROPER Emas menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus mendukung target net zero emission.
"Dampak yang dirasakan masyarakat adalah kualitas udara yang semakin bersih. Ini merupakan komitmen kami menuju net zero, yakni meminimalkan pencemaran udara maupun air, dan manfaatnya sudah mulai dirasakan masyarakat sekitar," katanya.
MSP juga menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat kinerja lingkungan, salah satunya dengan memperluas penggunaan energi bersih di fasilitas pengolahan timah.
"Insyaallah tahun depan kami menargetkan penggunaan 100 persen renewable energy di smelter," kata Aryo.
Dalam beberapa tahun terakhir, MSP melakukan transformasi energi melalui penggunaan listrik berbasis Renewable Energy Certificate (REC) PLN dan penerapan green electricity furnace untuk proses peleburan timah. Perusahaan juga mengonversi teknologi tanur berbahan bakar fosil menjadi tanur listrik serta mengoptimalkan peralatan operasional yang lebih efisien energi.
Selain itu, MSP berpartisipasi dalam perdagangan karbon dengan pembelian 1.000 kilogram CO2 ekuivalen yang tercatat dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menekan emisi gas rumah kaca dan meningkatkan efisiensi operasional.
Di sisi sosial, MSP menjalankan Program ARSARI yang mengembangkan ekonomi sirkular berbasis pemanfaatan limbah kelapa menjadi biochar dan asap cair. Program tersebut telah membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar dengan peningkatan pendapatan rata-rata Rp1,5 juta hingga Rp1,9 juta per bulan.
Program tersebut juga memberikan manfaat lingkungan berupa penurunan emisi karbon dari 115 ton menjadi 35 ton CO2 ekuivalen serta mendukung rehabilitasi daerah aliran sungai seluas 72 hektare.
Berlokasi di Kawasan Industri dan Pelabuhan Air Kantung, Sungailiat, Kabupaten Bangka, MSP mengelola bisnis timah terintegrasi dari penambangan hingga pemurnian. Produk timah bermerek MSP yang dihasilkan perusahaan juga telah terdaftar di London Metal Exchange (LME), menandakan pemenuhan standar kualitas global.
Aryo menegaskan penghargaan yang diterima bukan sekadar pengakuan, melainkan cerminan komitmen perusahaan untuk menjalankan usaha secara bertanggung jawab.
"Integritas menjadi prinsip utama kami. Karena itu, seluruh program lingkungan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada kepatuhan regulasi, tetapi juga menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan," ujarnya.(Dens)




















LEAVE A REPLY