
Keterangan Gambar : Audiensi dengan Menteri PPPA, PBI Perkuat Kolaborasi Pelestarian Kebaya Menuju Hari Kebaya Nasional 2026
BIZNEWS.ID, Jakarta – Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Pusat melakukan audiensi dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, di Kantor Kementerian PPPA, Jakarta pada Kamis sore (9/7/2026). Audiensi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara PBI dan Kementerian PPPA dalam melestarikan budaya berkebaya sebagai bagian dari jati diri bangsa Indonesia melalui pemberdayaan perempuan dan pendidikan budaya bagi anak-anak.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Arifatul menyambut baik berbagai program yang dijalankan PBI, termasuk penyelenggaraan Hari Anak dan Hari Kebaya Nasional yang akan digelar di Kampus Universitas Pendidikan Nasional di Denpasar, Bali pada tanggal 24 Juli 2026. Acara akan dihadiri oleh anggota PBI berbagai cabang, organisasi perempuan pecinta kebaya dan siswa SD, SMP, SMA, serta mahasiswa berbagai kampus di Bali.
“Apa yang dijalankan PBI sangat penting guna melestarikan dan mengembalikan kejayaan budaya Indonesia. Kita tidak dapat menghindari serbuan budaya asing yang masuk ke Indonesia, yang mau tidak mau dihadapi oleh para generasi muda,” ujar Ibu Arifatul.
Menurutnya saat ini sudah tampak perkembangan yang baik karena mulai banyak anak-anak muda berkebaya dengan aneka padanan mulai kain batik dan tenun yang dililit, sampai celana jeans dan rok aneka model. Kegiatan Kebaya Goes To School, Kebaya Goes To Campus dan Kebaya Goes To Office yang digelar PBI di berbagai cabang akan menjadi pendamping dalam berbagi pengetahuan tentang busana kebaya untuk anak-anak muda.
“Kami di Kementerian PPPA sudah menjalankan Selasa Berkebaya, dimana setiap karyawan diwajibkan memakai kebaya atau pakaian-pakaian adat nusantara lainnya,” lanjutnya seraya menambahkan, Cabang PBI di berbagai daerah dapat berkolaborasi dengan Dinas PPPA setempat untuk pelestarian kebaya dan menggelar konsultasin untuk ibu dan anak.
Dalam kesempatan tersebut Ibu Arifatul menitipkan pesan agar di setiap kegiatan yang diadakan PBI disuarakan pula kesadaran anti kekerasan pada anak dan perempuan khususnya di keluarga. Nilai-nilai baik tersebut perlu dipahami karena menjadi dasar bagi pembentukan pribadi yang baik dan kebahagiaan keluarga.
Ketua Umum PBI Pusat, Rahmi Hidayati, menyampaikan apresiasi atas komitmen Menteri PPPA yang selama ini konsisten memberikan dukungan terhadap gerakan pelestarian kebaya. “Dalam audiensi tersebut, PBI Pusat menyampaikan rencana penyelenggaraan Hari Kebaya Nasional (HKN) yang dirangkaikan dengan Hari Anak Nasional Tahun 2026. Acara akan dilaksanakan oleh PBI di Kampus Undiknas, Bali dengan mengusung tema: "Generasi Berbudaya Dan Berdaya: Melestarikan Budaya Nusantara Melalui Edukasi Anak Bangsa," ujarnya.
PBI Pusat meyakini bahwa kolaborasi dengan Kementerian PPPA akan semakin memperkuat gerakan nasional pelestarian kebaya sebagai warisan budaya Indonesia. Apalagi HKN sudah ditetapkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2023, dimana tanggal 24 Juli diperingati sebagai Hari Kebaya Nasional. Ini adalah bentuk pengakuan negara terhadap kebaya sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan kebangsaan. Melalui keterlibatan perempuan, keluarga, sekolah, dan komunitas, PBI berharap kebaya tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan generasi muda Indonesia.
Tentang Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI)
Perempuan Berkebaya Indonesia merupakan organisasi yang berkomitmen melestarikan kebaya sebagai warisan budaya bangsa melalui berbagai kegiatan edukasi, pemberdayaan perempuan, promosi budaya, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. PBI meyakini bahwa kebaya adalah simbol identitas, persatuan, dan kebanggaan bangsa Indonesia yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.***




















LEAVE A REPLY