
Keterangan Gambar : Founder sekaligus Ketua THE PRINT, Yonge Sihombing (ketiga dari kanan) memperlihatkan bagian isi buku Buku Bilingual Prabowonomics yang akan diluncurkan pada perhelatan akbar, Prabowonomics Summit 2026 di JCC, Senayan, pada 6 Agustus mendatang.(FOTO Dens)
BIZNEWS.ID, JAKARTA - The Prabowonomics Institute (THE PRINT) memastikan kesiapan penyelenggaraan Prabowonomics Summit 2026 yang akan dirangkaikan dengan peluncuran Buku Bilingual Prabowonomics serta pameran program prioritas pemerintah. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung di Assembly Hall Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Kesiapan agenda tersebut disampaikan dalam pertemuan media yang digelar THE PRINT di kawasan Central Park, Jakarta Barat, Senin (20/7/2026). Forum itu menjadi bagian dari sosialisasi pelaksanaan kegiatan yang ditargetkan dihadiri sekitar 5.000 peserta dari unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga media.
Founder sekaligus Ketua THE PRINT, Yonge Sihombing, mengatakan Prabowonomics Summit 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi antara unsur Government, Academy, Business, and Society (GABS) untuk membahas arah pembangunan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Yonge yang juga penulis buku, peluncuran Buku Bilingual Prabowonomics menjadi salah satu agenda utama karena memuat dokumentasi komprehensif mengenai gagasan, strategi, dan arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto.
"Buku Prabowonomics tidak hanya dimaksudkan sebagai dokumentasi pemikiran ekonomi, tetapi juga sebagai bahan literasi, diskusi, dan pengawalan implementasi kebijakan. Melalui summit ini, kami berharap gagasan tersebut dapat dibahas secara kritis, terukur, dan kolaboratif," ujar Yonge.
Ia menjelaskan, buku tersebut diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan total 946 halaman yang terbagi dalam enam bagian dan 42 bab. Isinya mengulas berbagai isu strategis, mulai dari kedaulatan pangan, ketahanan energi, hilirisasi industri, industrialisasi nasional, penguatan koperasi, hingga pemberdayaan ekonomi rakyat.
Ketua Panitia Prabowonomics Summit 2026, Kanjeng Ayu Jenny Waskita, mengatakan kegiatan akan terbagi dalam tiga agenda utama, yakni peluncuran buku, penyelenggaraan summit, dan pameran pembangunan.
"Prabowonomics Summit 2026 akan menghadirkan lima sesi diskusi ekonomi strategis, sedangkan pameran pembangunan menampilkan berbagai program prioritas pemerintah serta karya literasi mengenai ekonomi nasional, Asta Cita, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, dan Presiden Prabowo Subianto," katanya.
Lima isu yang menjadi fokus pembahasan meliputi Global and Indonesia Economic Outlook 2026, kedaulatan pangan dan ketahanan energi, hilirisasi dan industrialisasi, penguatan ekonomi kerakyatan serta koperasi, hingga penyusunan peta jalan menuju Indonesia Emas 2045.
Panitia menargetkan kehadiran sekitar 5.000 peserta yang terdiri atas sekitar 2.000 perwakilan pemerintah, 300 akademisi, 2.500 pelaku usaha, serta 200 peserta dari organisasi masyarakat, asosiasi, lembaga survei, dan media.
Sekretaris THE PRINT Dr. Totok Sedyantoro mengatakan persiapan teknis terus dimatangkan, mulai dari distribusi undangan, registrasi digital, pemetaan delegasi, pengaturan tempat duduk, pelayanan VVIP, hingga koordinasi dengan pengelola JICC.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina THE PRINT Dr. Ir. Maruasas Pandjaitan menegaskan lembaganya dibentuk sebagai wadah pemikiran yang berupaya menerjemahkan gagasan ekonomi menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif.
Menurutnya, hasil pembahasan dalam Prabowonomics Summit 2026 akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis yang disampaikan kepada pemerintah dan para pemangku kepentingan sebagai masukan bagi penguatan pembangunan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.(Dens)




















LEAVE A REPLY